Biasanya, itu diperlukan
Pentingnya gas pelindung
Gas pelindung memainkan peran penting dalam proses pengelasan MIG. Hal ini dapat mencegah area pengelasan terkontaminasi oleh gas berbahaya seperti oksigen dan nitrogen di udara, sehingga menjamin kualitas lasan. Gas pelindung dapat membentuk atmosfir pelindung yang stabil di sekitar busur pengelasan untuk mencegah logam bereaksi dengan gas di udara pada suhu tinggi untuk menghasilkan cacat seperti pori-pori dan inklusi terak.
Misalnya pada “Pengaruh Arus Pengelasan, Tegangan Busur dan Laju Aliran Gas terhadap Kedalaman Penetrasi pada Pengelasan MIG Pelat AA2014”, disebutkan bahwa argon digunakan sebagai gas pelindung pada saat pengelasan pelat paduan aluminium AA2014 menggunakan logam berpelindung gas inert. pengelasan (MIG). Hal ini karena argon merupakan gas inert yang tidak bereaksi secara kimia dengan logam pada suhu tinggi dan secara efektif dapat melindungi area pengelasan.
Hubungan antara kawat las padat dan gas pelindung
Kawat las padat yang digunakan dalam pengelasan MIG biasanya memerlukan kerja sama gas pelindung. Selama proses pengelasan, kawat padat meleleh membentuk tetesan, yang kemudian bertransisi ke dalam kolam las. Gas pelindung dapat menstabilkan busur, mengontrol transisi tetesan, dan meningkatkan kualitas pengelasan.
Kabel padat yang berbeda mungkin memerlukan gas pelindung yang berbeda. Misalnya, dalam "Investigasi eksperimental pemilihan campuran gas/gas pelindung untuk logam dasar AISI 304 menggunakan elektroda kawat padat AISI 309 L dalam proses pengelasan MIG", elektroda kawat padat AISI309L digunakan untuk pengelasan MIG pada baja tahan karat AISI304, dan tiga elektroda berbeda gas pelindung (argon, campuran argon dan karbon dioksida, dan campuran argon, karbon dioksida, dan oksigen) digunakan dalam percobaan. Hal ini menunjukkan bahwa gas pelindung yang berbeda memiliki efek berbeda pada efek pengelasan, dan perlu dipilih sesuai dengan bahan dan persyaratan pengelasan spesifik.
Jenis dan pemilihan gas pelindung
Gas pelindung yang umum digunakan dalam pengelasan MIG adalah argon, helium, karbon dioksida, dan campurannya. Argon dan helium merupakan gas inert yang dapat memberikan efek perlindungan yang baik, namun harganya lebih mahal. Karbon dioksida mempunyai aktivitas tertentu dan dapat meningkatkan efisiensi pengelasan, namun dapat menyebabkan cacat seperti pori-pori pada lasan. Oleh karena itu, campuran argon dan karbon dioksida biasanya digunakan untuk menyeimbangkan efek perlindungan dan biaya.
Dalam “Proses Pengelasan Metal Inert Gas (MIG): Studi Pengaruh Parameter Pengelasan”, disebutkan bahwa pengelasan MIG merupakan salah satu metode pengelasan yang paling umum digunakan dalam industri. Dalam pengelasan MIG, elektroda digunakan terus menerus, dan perangkat penyesuaian pemicu biasanya digunakan untuk mengatur umpan kawat dan gulungan kawat. Dalam operasi manufaktur bervolume tinggi, teknologi pengelasan MIG sering digunakan karena angin dapat menyebabkan hilangnya busur/gas pelindung. Pada saat yang sama, dokumen tersebut juga membandingkan kelebihan dan kekurangan pengelasan MIG dan pengelasan TIG, menunjukkan bahwa pengelasan TIG memberikan hasil lasan yang lebih bersih karena pengelasan TIG memiliki percikan yang lebih sedikit dibandingkan pengelasan MIG. Namun pengelasan MIG lebih efisien.
Kemungkinan pengelasan tanpa gas pelindung
Meskipun pengelasan MIG biasanya memerlukan gas pelindung, dalam beberapa kasus khusus, pengelasan ini juga dapat dilakukan tanpa gas pelindung. Misalnya, dalam beberapa operasi pengelasan kecil, jika bahan las tidak terlalu sensitif terhadap oksigen dan nitrogen, Anda dapat mencoba mengelas tanpa gas pelindung. Namun, dalam hal ini, perhatian khusus harus diberikan pada kualitas pengelasan, dan masalah seperti kualitas las yang tidak stabil dan porositas dapat terjadi.
Selain itu, dengan terus berkembangnya teknologi pengelasan, beberapa metode dan bahan pengelasan baru sedang dipelajari, yang mungkin dapat mewujudkan pengelasan MIG tanpa gas pelindung di masa depan.





