Proses pengelasan tempa yang paling terkenal dan tertua adalah metode palu manual. Palu manual dilakukan dengan memanaskan logam hingga suhu yang tepat, melapisinya dengan fluks, menumpuk permukaan las, lalu memukul sambungan berulang kali dengan palu genggam. Permukaan las biasanya dibentuk untuk sambungan yang tepat, lalu dipukul dengan palu untuk menyatukannya. Sambungan sering kali dibentuk untuk memberi ruang bagi fluks untuk mengalir keluar, dengan sedikit memiringkan atau membulatkan permukaan, lalu dipalu secara berurutan ke arah luar untuk memeras fluks keluar. Pukulan palu biasanya tidak sekeras yang digunakan untuk membentuk, mencegah fluks terlontar keluar dari sambungan pada pukulan pertama.






