Bagaimana model kabel las berinti fluks diklasifikasikan?
1.Klasifikasi berdasarkan tujuan
①.Kawat las berinti fluks baja struktural:
Terutama digunakan untuk mengelas bagian struktural seperti baja karbon dan baja paduan rendah. Model umumnya dimulai dengan huruf “E”, diikuti dengan kombinasi angka dan huruf. Misalnya, E501T-1, "E" melambangkan elektroda (juga digunakan di sini untuk mengidentifikasi kawat las berinti fluks), "50" melambangkan kekuatan tarik minimum logam yang diendapkan sekitar 500MPa, "1" melambangkan posisi pengelasan adalah pengelasan semua posisi, "T" melambangkan kawat las berinti fluks, dan "-1" adalah kode klasifikasi kawat las berinti fluks. Kode klasifikasi yang berbeda mewakili komposisi inti fluks yang berbeda, karakteristik pengelasan, dll.
②Kawat las berinti fluks baja tahan karat:
Digunakan untuk mengelas berbagai bahan stainless steel. Model seperti E308LT1-1, dengan "E308L" berarti kawat las digunakan untuk mengelas baja tahan karat 308L, dan arti "T1-1" mirip dengan pengelasan inti fluks baja struktural kawat, yang juga menunjukkan informasi seperti posisi pengelasan dan jenis kawat las berinti fluks. Jenis identifikasi model ini dapat membantu pengguna dengan cepat memahami cakupan kawat las yang berlaku.
③Kawat las berinti fluks kelongsong tahan aus:
Ini terutama digunakan untuk melapisi lapisan tahan aus pada permukaan logam. Model tersebut akan mencerminkan informasi terkait karakteristik tahan aus, seperti rentang kekerasan, dll. Misalnya, beberapa model kawat las berinti fluks kelongsong tahan aus ditandai dengan kisaran nilai kekerasan Rockwell (HRC) pada lapisan kelongsong, yang memudahkan pengguna untuk memilih kawat las yang sesuai sesuai dengan ketahanan aus yang dibutuhkan.
2.Klasifikasi berdasarkan jenis gas pelindung
①Kawat las berinti fluks berpelindung karbon dioksida (CO₂):
Ini adalah tipe yang paling umum. Modelnya biasanya tidak menonjolkan jenis gas pelindung dalam identifikasi, karena kawat las berinti fluks berpelindung CO₂ banyak digunakan. Namun, informasi rinci seperti manual produk akan menunjukkan bahwa ini cocok untuk pengelasan berpelindung gas CO₂. Misalnya, E501T-1 yang disebutkan di atas dapat digunakan untuk pengelasan berpelindung gas CO₂. Ini dapat memastikan kinerja pengelasan yang baik di lingkungan CO₂, seperti busur yang stabil dan kecepatan deposisi yang sesuai.
②Kawat las berinti fluks berpelindung gas berpelindung argon (Ar) atau campuran:
Ini digunakan dalam situasi di mana persyaratan kualitas pengelasan yang lebih tinggi diperlukan dan lingkungan gas pelindung yang lebih stabil diperlukan. Model tersebut mungkin menunjukkan bahwa model ini cocok untuk perlindungan gas campuran argon atau argon-karbon dioksida. Kawat las jenis ini banyak digunakan pada material las seperti stainless steel, karena proteksi argon dapat mengurangi oksidasi dan nitridasi pada lasan serta memperoleh kualitas las yang lebih tinggi.
③Kawat las berinti fluks berpelindung mandiri:
Model ini akan menonjolkan fitur "pelindung diri". Kawat las jenis ini tidak memerlukan gas pelindung eksternal selama pengelasan, dan bergantung pada gas yang dihasilkan oleh penguraian inti fluks itu sendiri untuk melindungi kumpulan lelehan. Misalnya, beberapa model kawat las berinti fluks berpelindung sendiri akan memiliki tanda khusus untuk membedakannya dari kabel las lain yang memerlukan gas pelindung, sehingga nyaman untuk digunakan di beberapa tempat luar ruangan atau tempat yang tidak terlindung gas.
3.Klasifikasi berdasarkan sistem terak kawat las berinti fluks
①Kawat las berinti fluks titanium (asam):
Model tersebut dapat mencerminkan tipe sistem teraknya melalui kode komposisi atau instruksi lainnya. Inti fluks kawat las berinti fluks tipe titanium mengandung lebih banyak titanium oksida, dan kinerja proses pengelasannya baik, busurnya stabil, percikannya kecil, dan lasannya indah. Biasanya digunakan untuk pengelasan dengan persyaratan kualitas penampilan yang tinggi. Namun, ketangguhan logam las dan ketahanan retaknya sedikit lebih buruk dibandingkan kawat las berinti fluks alkali.
②Kawat las berinti fluks tipe kalsium (basa):
Komponen utama inti fluks kawat las jenis ini adalah senyawa kalsium. Karakteristiknya adalah ketangguhan yang baik dan ketahanan retak pada logam las, dan lasan berkualitas tinggi dapat diperoleh, tetapi kinerja proses pengelasan sedikit lebih buruk daripada kawat las berinti fluks asam, seperti stabilitas busur yang sedikit lebih lemah dan percikan yang sedikit lebih besar. . Identifikasi model mungkin melibatkan kode yang berkaitan dengan karakteristik sistem terak, yang digunakan untuk membedakan kabel las dari sistem terak yang berbeda.
③Kabel las berinti fluks berbasis terak lainnya:
Ada juga beberapa kabel las berinti fluks berbasis terak khusus, seperti tipe aluminium, tipe zirkonium, dll. Masing-masing memiliki kinerja pengelasan dan rentang aplikasi khusus, dan klasifikasi model juga akan mempertimbangkan karakteristik dan bidang aplikasi. sistem terak ini untuk membantu pengguna secara akurat memilih kabel las yang sesuai dengan kebutuhan mereka.





