Pengelasan titik resistansi (RSW) merupakan proses di mana permukaan logam yang bersentuhan disambung dengan panas yang diperoleh dari resistansi terhadap arus listrik.
Benda kerja disatukan di bawah tekanan yang diberikan oleh elektroda. Biasanya, lembaran memiliki ketebalan sekitar 0,5 hingga 3 mm (0,020 hingga 0,118 in). Proses ini menggunakan dua elektroda paduan tembaga berbentuk untuk memusatkan arus pengelasan ke "titik" kecil dan untuk menjepit lembaran secara bersamaan. Memaksa arus besar melalui titik tersebut akan melelehkan logam dan membentuk las. Fitur menarik dari pengelasan titik adalah bahwa banyak energi dapat disalurkan ke titik tersebut dalam waktu yang sangat singkat (sekitar 10–100 milidetik). Hal ini memungkinkan pengelasan terjadi tanpa pemanasan berlebihan pada sisa lembaran.
Jumlah panas (energi) yang disalurkan ke titik ditentukan oleh resistansi antara elektroda dan besarnya serta durasi arus. Jumlah energi dipilih agar sesuai dengan sifat material lembaran, ketebalannya, dan jenis elektroda. Menerapkan energi terlalu sedikit tidak akan melelehkan logam atau akan menghasilkan las yang buruk. Menerapkan energi terlalu banyak akan melelehkan terlalu banyak logam, mengeluarkan material cair, dan membuat lubang alih-alih las. Fitur lain dari pengelasan titik adalah bahwa energi yang disalurkan ke titik dapat dikontrol untuk menghasilkan las yang andal.





